
Saciduh Metu Seucap Nyata
Di sebuah rumah sederhana, Zahran (10), anak SD yang cuek dan ceroboh, menjalani hari-harinya dengan jarak emosional dari Elis (40) ibunya. Suatu pagi yang terburu-buru, ia meninggalkan buku gambar di rumah, memicu serangkaian kejadian kecil yang membuatnya gelisah. Setelah pulang, sikap cueknya justru memancing emosi sang ibu, hingga Zahran memilih bermain dengan teman-temannya. Ketika Zahran pulang kerumah basah dan kotor, kemarahan ibu memuncak. Saat magrib, meski dilarang, Zahran tetap pergi bermain. Dalam puncak amarah, ibunya mengucapkan sumpah yang tak disadari membawa malapetaka. Tak lama, peristiwa mengerikan terjadi Zahran pulang tanpa kepala, membuat ibunya terpuruk dalam penyesalan mendalam.Namun, semua itu hanyalah mimpi buruk. Ibu terbangun oleh suara azan magrib, menangis, dan memeluk anaknya erat. Pesan pahit tersisa: "Saciduh Metu Seucap Nyata, bisa jadi Doa.“ (Satu ucapan bisa jadi kenyataan).
Community
Reviews
0 reviews